Berita
s5_logo.png
Penandatanganan Perjajian Kerjasama Dengan LPPM IPB
FOCUS GROUP DISCUSSION (FGD) STAKEHOLDER FAKULTAS DAKWAH DAN KOMUNIKASI UIN SUNAN AMPEL SURABAYA
Stadium General Prestasi Mahasiswa Dalam Bela Negara
Pembekalan dan Konsultasi Job Karir Bagi Calon Wisudawan
Sharing Bersama FDK UIN Wali Songo Semarang

UINSA PEDULI DESA

Mahasiswa Sosialisasi Agens Hayati Lecanicillium Sp Pada Petani Di Ngawi

 

berita ngawi

 

UIN Sunan Ampel Surabaya kembali melakukan kolaborasi kerjasama dengan Institut Pertanian Bogor dalam memberdayakan masyarakat desa. Setelah sukses di tahun-tahun sebelumnya yang bekerjasama dengan berbagai perguruan tinggi yang ada di Indonesia. Institut Pertanian Bogor (IPB) kembali mengadakan program rutinnya yang bernama IPB Goes to Field (IGTF) di tahun 2017 ini. IGTF 2017 salah satunya bertempat di kabupaten Ngawi. Mahasiswa yang ditempatkan di Ngawi ini terdiri dari 18 mahasiswa, 12 mahasiswa IPB  dan 6 mahasiswa Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA).

Mahasiswa yang ditempatkan di kabupaten Ngawi dibagi menjadi 3 daerah, yaitu, Desa Dawu Kecamatan Paron, Desa Gemarang Kecamatan Kedunggalar, dan Desa Kletekan Kecamatan Jogorogo. Masing-masing desa terdiri dari 6 mahasiswa dari IPB dan UINSA.

 

Mahasiswa yang berada di desa Dawu telah melaksanakan beberapa program kegiatan yang berkaitan langsung dengan warga sekitar. Salah satunya adalah kegiatan sosalisasi agens hayati Lecanicillium Sp. untuk pengendalian hama wereng yang ada di sawah warga (250817). Sosialisasi ini dihadiri oleh 35 warga setempat. Kegiatan kedua adalah pewiwilan pada tanaman cabai. Definisi dari pewiwilan sendiri adalah pembuangan tunas air yang tumbuh di ketiak dari cabang tanaman cabai. (220817).

Desa kedua adalah desa Gemarang. Mahasiswa yang ditempatkan disini telah melaksanakan program penyemaian padi secara tradisional dan modern (menggunakan transplanter) (220717). Selain penyemaian padi, mahasiswa yang ada di Desa Gemarang juga melakukan penyemaian untuk tanaman sawi. Proses penyemaian ini didampingi oleh Pak Jono (warga setempat).

Desa yang terakhir adalah desa Kletekan. Penyemaian tanaman refugia sebagai “penarik” parasitoid telah dilakukan dengan baik. Tanaman refugia ini nantinya akan di tanam di sekitar padi yang ada di sawah warga setempat (210717). Kegiatan kedua adalah transek kepada petani sekitar. Transek ini dapat membantu mengetahui keadaan desa serta informasi-informasi lain khususnya tentang keadaan pertanian yang ada di desa Kletekan (240717).

Tim IGTF Ngawi 2017 pada tanggal 28 Juli 2017 juga sempat berkunjung ke Dinas Pertanian Kabupaten Ngawi. Masrudi selaku Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Ngawi menyambut langsung para mahasiswa yang tiba kantor dinas. Masrudi juga berharap teman-teman mahasiswa bisa menjadi agent of change dalam sektor pertanian di masa mendatang.

 

Laporan : Nurul Jannah, Peserta IGTF 2017, Mahasiswa Semester 4 Prodi Ilmu Komunikasi Fakultas Dakwah dan Komunikasi UINSA

 

 

Tracer Study Alumni

Untuk seluruh alumni FDIK, dimohon kesediannya untuk mengisi form tracer study online. Survey pelacakan alumni secara online diadakan sebagai bagian dari desain pengembangan kualitas pendidikan di FDIK. Silahkan Klik link di bawah ini untuk mengkuti survey: 

http://goo.gl/hCjzUK