Berita
s5_logo.png
Penandatanganan Perjajian Kerjasama Dengan LPPM IPB
FOCUS GROUP DISCUSSION (FGD) STAKEHOLDER FAKULTAS DAKWAH DAN KOMUNIKASI UIN SUNAN AMPEL SURABAYA
Stadium General Prestasi Mahasiswa Dalam Bela Negara
Pembekalan dan Konsultasi Job Karir Bagi Calon Wisudawan
Sharing Bersama FDK UIN Wali Songo Semarang

Pengumuman Program Intensif Bahasa Fakultas Dakwah dan Komunikasi Semester Gasal 2017/2018

Pengumuman

 

Pembagian Kelas Intensif Bahasa Arab dan Inggris Fakultas Dakwah dan Komunikasi Semseter Gasal 2017/2018 bisa diunduh dibawah ini:

 

1. Intensif Bahasa Arab

 

2. Intensif Bahasa Inggris

 

 

 

HMP Ilmu Komunikasi Adakan COMSACUP 2017

cup

 

Himpunan Mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi  (HMP ILKOM) Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) menyelenggarakan COMSACUP 2017 yaitu kompetisi futsal antar SMA/K/MAN se- Surabaya, Gresik, Sidoarjo dan Bangkalan. Acara COMSACUP 2017 dilaksanakan selama 4 (empat) hari di Sport Center UIN Sunan Ampel Surabaya dengan mengusung tema “It’s Not About Glory It’s About Sportivity”. Arti dari tema tersebut adalah pertandingan futsal tidak hanya tentang juara, tetapi tentang sportivitas. Sportivitas diperlukan untuk kelancaran dalam pertandingan. Acara tersebut adalah salah satu program kerja Kesejahteraan Mahasiswa (KESMA).

       Acara COMSACUP 2017 dibuka pada hari Senin, 14/08/17 pukul 08.00 WIB. Pembukaan acara tersebut ada beberapa sambutan, sambutan yang pertama oleh Hastrio selaku ketua panitia. Sambutan kedua oleh Ketua Himaprodi Sanjay Deep yang mengungkapkan bahwa dalam pertandingan harus sportif. Sambutan yang terakhir oleh Wakil Dekan Tiga, dalam sambutannya Ali Nurdin menambahkan “kompetisi futsal tidak hanya untuk mendapatkan juara, tetapi juga untuk menyambung silaturahim”. Sambutan oleh wakil dekan tiga menjadi penutup dan pembuka COMSACUP 2017 secara resmi.

       Dalam COMSACUP disediakan tanda tangan bersama oleh panitia. Selain itu, panitia bekerja sama dengan pihak Coca Cola untuk melancarkan suksesnya acara tersebut. Panitia menyediakan macam-macam minuman dengan harga terjangkau.  Pertandingan hari pertama oleh SMA Muhammadiyah 2 Surabaya, SMA Antartika (B) Sidoarjo, SMA Wachid Hasyim Sidoarjo, SMA Dharma wanita Surabaya, SMK Duduk Sampeyan Gresik,  SMK Antartika 2 Sidoarjo, SMAN 3 Sidoarjo, SMAN 1 Krembung Sidoarjo, SMA Anak Bangsa Surabaya, SMAN 4 Surabaya, SMA Antartika  (A) Sidoarjo , SMAN 16 Surabaya, SMA Wachid Hasyim (A) Sidoarjo.  Para pemain sangat antusias dan bersemangat mengikuti COMSACUP dan terbukti saat pertandingan. Tidak hanya pemain,  Para penonton sangat antusias dan membawa alat musik drum untuk memeriahkan pertandingan futsal dalam mendukung tim kebanggaannya.

       Hari pertama COMSACUP berjalan dengan lancar. Panitia bertugas dengan baik dan para pemain bermain dengan sportif. Harapan selanjutnya adalah tidak ada halangan apapun. Dan sesuai yang diharapkan oleh panitia. Dengan adanya COMSACUP 2017 dapat mengembangkan potensi non akademik siswa.

Mahasiswa Bersama Masyarakat Wujudkan Impian Agroeduwisata Kampung Susu Kota Pasuruan

IGTF Pasuruan

Foto Full Team IGTF Pasuruan 2017 Saat Mengunjungi SPR (Sekolah Peternakan Rakyat) 

 

Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA)  serentak memberangkatkan para mahasiswa untuk diikutkan dalam program kolaborasi bersama IPB. Program tersebut digagas dengan nama IGTF 2017. IGTF merupakan singkatan dari IPB Goes to Field. Kegiatan ini bertujuan untuk penelitian dan pengembangan masyarakat yang ada di Desa. Kegiatan IGTF tidak bersifat wajib, serta tidak pula termasuk dalam kegiatan pembelajaran perkuliahan. Akan tetapi, program IGTF ini bersifat sukarela.

Menurut Ikhsan Suhendro sebagai assistant dari IPB, “Program IGTF ini diadakan dengan alasan semakin  banyaknya orang yang berurbanisasi dari desa ke kota. Sehingga penduduk yang berada di desa semakin lama semakin sedikit." Untuk menanggulangi hal tersebut IPB bersama UINSA berkolaborasi dalam program turun lapangan melalui kegiatan IGTF ini. IGTF merupakan salah satu upaya mahasiswa untuk mengembangkan desa. kegiatan ini diharapkan dapat menjadi upaya mahasiswa dalam membangun desa menjadi lebih berkembang. Selain itu, hal ini dilakukan agar potensi yang ada di desa dapat di kembangkan.

Dari beberapa fakultas yang ada di UINSA, mahasiswa Fakultas Dakwah dan Komunikasi yang dirasa paling tepat sasaran untuk turut serta dalam program IGTF 2017 ini. Adapun mahasiswa tersebut diambil dari setiap prodi di Fakultas Dakwah dan Komunikasi.  D Hal tersebut dikarenakan adanya program studi yang memfokuskan diri pada pengembangan masyarakat. Sehingga, Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi mengusulkan agar seluruh prodi yang berada di Fakultas Dakwah dan Komunikasi untuk ikut andil dalam program ini. “Sebenarnya program ini dititik beratkan pada prodi Pengembangan Masyarakat Islam saja, hanya saja saya merasa prodi lain juga dapat bersinergi untuk menyempurnakan ilmunya di masyarakat melalui IGTF ini.” Ungkap Suhartini Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi UINSA ketika mengisi sambutan di acara pembekalan mahasiswa IGTF.

UINSA PEDULI DESA

Mahasiswa Sosialisasi Agens Hayati Lecanicillium Sp Pada Petani Di Ngawi

 

berita ngawi

 

UIN Sunan Ampel Surabaya kembali melakukan kolaborasi kerjasama dengan Institut Pertanian Bogor dalam memberdayakan masyarakat desa. Setelah sukses di tahun-tahun sebelumnya yang bekerjasama dengan berbagai perguruan tinggi yang ada di Indonesia. Institut Pertanian Bogor (IPB) kembali mengadakan program rutinnya yang bernama IPB Goes to Field (IGTF) di tahun 2017 ini. IGTF 2017 salah satunya bertempat di kabupaten Ngawi. Mahasiswa yang ditempatkan di Ngawi ini terdiri dari 18 mahasiswa, 12 mahasiswa IPB  dan 6 mahasiswa Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA).

Mahasiswa yang ditempatkan di kabupaten Ngawi dibagi menjadi 3 daerah, yaitu, Desa Dawu Kecamatan Paron, Desa Gemarang Kecamatan Kedunggalar, dan Desa Kletekan Kecamatan Jogorogo. Masing-masing desa terdiri dari 6 mahasiswa dari IPB dan UINSA.

Mahasiswa UIN Sunan Ampel Laksanakan Kolaborasi Pengabdian Masyarakat antar Perguruan Tinggi di Kediri

IGT

(Foto bersama peserta IGTF Kediri 2017dengan perangkat desa, dinas peternakan Kab. Kediri, kelompok ternak Ngudi Rejeki desa Ngadiluwih, dan para pendamping dari setiap perguruan tinggi. (UINSA, IPB, dan UNISKA)

  

Kerjasama antar perguruan tinggi UIN Sunan Ampel Surabaya, Institut Pertanian Bogor, dan Universitas Islam Kadiri Kediri IUNISKA) dalam Program IPB Goes to Field (IGTF) tahun 2017 di lakukan di Kabupaten Kediri mulai tanggal 19 Juli sampai dengan 8 Agustus 2017. IPB Goes to Field adalah kegiatan pendidikan dalam bentuk pembelajaran mahasiswa bersama masyarakat dengan cara tinggal, beradaptasi, dan bekerja bersama-sama masyarakat. Status kegiatan ini adalah non-kurikuler yang dilakukan secara sukarela oleh mahasiswa yang mengikuti kegiatan tersebut, atau lebih tepatnya pengabdian kepada masyarakat.  Tujuan dari kegiatan IGTF (IPB Goes To Field) adalah memfasilitasi mitra kerja dan meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam mengatasi permasalahan pembangunan di masyarakat.

Kegiatan IGTF Kabupaten Kediri diikuti oleh 19 mahasiswa dari tiga perguruan tinggi, yakni dari Institut Pertannian Bogor 10 orang, Universitas Islam Kadiri Kediri 3 orang dan Universitas Negeri Islam Sunan Ampel Surabaya 6 orang yang kesemuanya berasal dari Fakultas Dakwah dan Komunikasi dari prodi yang berbeda. Ada M. Miftahul Akhyar dari prodi Ilmu Komunikasi, Muhammad Fikri Fuadillah dari prodi Bimbingan dan Konseling Islam, Desi Rahanan Dita dari prodi Manajemen Dakwah, Kholisatun Niamilah prodi Komuinikasi dan Penyiaran Islam, Nizamudin Imam S dan ST. Suaebah (Koordinator IGTF Kediri dari UINSA) dari prodi Pengembangan Masyarakat Islam.

Sejauh ini, kegiatan peserta IPB Goes To Field Kediri 2017 adalah pendekatan kepada masyarakat setempat, adapun program yang telah terlaksana adalah pembuatan pakan fermentasi kering untuk pakan ternak sapi dan mendata warga yang memiliki ternak sapi.

Tracer Study Alumni

Untuk seluruh alumni FDIK, dimohon kesediannya untuk mengisi form tracer study online. Survey pelacakan alumni secara online diadakan sebagai bagian dari desain pengembangan kualitas pendidikan di FDIK. Silahkan Klik link di bawah ini untuk mengkuti survey: 

http://goo.gl/hCjzUK